Skip to main content

Teknologi Terkini yang Akan Memengaruhi Cara Kita Berkomunikasi



Internet of Things (IoT)


Bayangkan pada suatu saat kita dikirimi pesan lewat ponsel kita yang memberitahu bahwa salah satu lampu di rumah kita mati. Siapakah yang mengirim pesan tersebut? Tak lain adalah komputer di rumah kita sendiri. Komunikasi model seperti inilah yang kini tengah berkembang dan, menurut istilah Tekno Jurnal, akan menjadi the next big thing.


Laman Tekno Jurnal mensinyalir bahwa hingga saat ini belum ada definisi standar mengenai Internet of Things. Laman tersebut mencoba memberikan pemahaman bahwa Internet of Things adalah teknologi yang bisa membuat benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet[i]. Sementara situs info teknologi Gartner menyebut bahwa IoT adalah jaringan dari obyek-obyek fisik yang memiliki teknologi yang mampu untuk berkomunikasi dan menangkap pesan atau berinteraksi di antara obyek-obyek tersebut maupun dengan lingkungan eksternalnya[ii].


Pengaplikasian Internet of Things secara populer adalah konsep di dalam tiap aktivitas yang mengaplikasikan teknologi 'smart', seperti smart home, smart city, dsb. Pada smart home pengaplikasian IoT akan membuat keterhubungan antara seseorang dengan tempat tinggalnya semakin lekat yang diharapkan membuat tingkat produktifitasnya baik saat di tempat kerja maupun di rumah, semakin meningkat. Pengaplikasian pada smart city selain bisa untuk penghematan, juga akan menghindari faktor-faktor yang merupakan kelemahan maupun penyimpangan dari sisi manusia, seperti moral hazard di dalam pelayanan publik.

Kenyataan Maya Semakin Nyata


Trilogi film Matrix yang dirilis beberapa tahun silam adalah beberapa di antara film yang paling 'cerdas' menggambarkan perbedaan antara kenyataan maya (virtual reality) dan kenyataan itu sendiri. Manusia selama ini tanpa disadari (seperti kita sehari-hari saat ini), sebenarnya hidup di dalam kenyataan maya yang dibangun dan dikendalikan oleh kekuasaan sebuah rejim. Sekelompok individu yang tersadar kemudian melepaskan diri dari kenyataan itu dan melawan kekuasaan rejim itu untuk membebaskan orang-orang yang terbuai dengan kenyataan maya.


Menjadi semakin nyatanya kenyataan maya adalah tujuan pengembangan teknologi virtual reality. Ini akan semakin 'membuai' penggunanya sulit membedakan antara alam nyata dan alam maya. Beberapa orang nantinya akan lebih banyak menghabiskan waktunya di alam maya dari pada menghadapi kenyataan sebenarnya (?).


Virtual reality (VR) adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment). Lingkungan ini dibangun dengan meniru suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi. Teknologi virtual reality pada saat ini umumnya menyajikan pengalaman visual. Visual ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik. Teknoligi visual ini kemudian mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone[iii].


Virtual reality kini telah menjadi medan perang baru bagi pemain di industri teknologi. Para pemain tersebut, sebut saja Oculus VR, Razer OSVR, Samsung Gear VR, Sony dengan Project Morpheus. Tak ketinggalan raksasa perangkat lunak, Microsoft, ikut mengembangkan headset VR.


Menurut Facebook Chief Executive Officer, Mark Zuckerberg, VR saat ini dalam tahap pengembangan yang masih terhitung dini, namun VR memiliki kemampuan yang cukup untuk mengantikan smartphone dan komputer di masa yang akan datang. Diperlukan waktu sekitar sepuluh hingga dua puluh tahun lagi agar VR dapat menjadi platform komputasi pilihan untuk mengantikan smartphone dan perangkat komputer[iv].

Oculus rift: Kenyataan Maya Murah Harganya
                

Ketertarikan Facebook terhadap VR telah dibuktikannya pada 25 Maret 2014 lalu dengan mengakusisi Oculus VR senilai dua miliar USD. Pembelian tersebut mengejutkan banyak pihak karena dilakukan oleh perusahaan berbasis media sosial, sedangkan target utama Oculus VR untuk para pengguna perangkat gaming. Zuckerberg berdalih bahwa ia akan melakukan pengembangan VR tidak hanya sekedar untuk gaming[v].


Ide untuk menggabungkan VR dengan komunikasi media sosial merupakan tantangan besar. Di samping itu, peluang lain yang tengah dijajaki adalah penggunaannya pada teleconferencing, belanja online, dan bidang hiburan[vi]. Ini sangat mungkin mengingat teknologi Oculus rift terhitung murah. Penemu Oculus rift, Palmer Luckey, mengembangkan alat ini hanya dengan teknologi yang selama ini telah diterapkan pada smartphone.


Saat ini Oculus rift laris pada pasar gaming, namun dengan dibelinya perusaan pembuatnya oleh Facebook, maka penggunaannya untuk bidang komunikasi lain tinggal menunggu waktu. Jadi tidak salah majalah MIT Technology Review menganggap Oculus rift sebagai salah satu teknologi canggih paling menjanjikan saat ini.


Neuromorphic Chips: Cepat Saja Tidak Cukup


Ke depan IoT diramalkan akan menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Untuk itu butuh komputer yang bukan saja cepat namun yang lebih pintar lagi. Pengembangan teknologi chip komputer saat ini telah sampai kepada sebuah teknologi prosesor yang disebut Neuromorphic Chips. Meskipun definisi istilah ini belum begitu baku namun ada yang menyebut Neuromorphic Chips sebagai chip komputer yang bekerja seperti otak, yang membuka kemungkinan untuk menyimulasikan segala hal termasuk artificial personalities[vii]. Neuromorphic Chips diklaim sebagai sebuah penemuan yang bisa membawa komputer kepada babak baru sesuai dengan kebutuhan penggunaan jaringan komputer saat ini yang semakin cerdas dan kompleks[viii].


Hukum Moore (Moore's law) memang sudah lama meramalkan bahwa pengembangan prosesor atau chip yang mengandalkan kecepatan seperti yang banyak digunakan saat ini, pada titik tertentu sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Dengan kata lain kecepatan (clock speed) ada batasnya. Chip yang memiliki pola kerja yang dikenal dengan arsitektur von Neumann ini, akan tiba masanya, orang menggapnya sebagai chip tradisional.


Para ahli elektronika kemudian mengembangkan dengan cara yang lain, salah satunya dengan mengikuti pola kerja otak manusia (neural). Chip ini kemudian dinamakan Neuromorphic Chips. Ini merupakan pengembangan dari apa yang disebut biological computing yang sudah lama dirintis pada awal tahun 1990 an. Spikey adalah neuromorphic chip yang pertama yang dibuat oleh Electronic Vision(s) group, Universitas Heidelberg. Proyek ini disponsori oleh Uni Eropa sebagai bagian dari proyek Human Brain[ix].


Kini perusahaan-perusahaan komputer raksasa di antaranya Qualcomm dan IBM serius menginvestasikan dan mengembangkan Neuromorphic Chips. Mereka tahu kebutuhan penerapan teknologi smart, artificial intelligent, hingga artificial personalities sudah di depan mata.

Agile Robots


Jika otak manusia sudah bisa digantikan oleh chips, lalu bagaimana dengan tubuhnya? Robot tentu adalah jawaban yang sudah sangat umum karena orang-orang sudah mengenalnya sejak berpuluh tahun silam, baik saat masih sebatas di dalam film, hingga informasi dari beberapa berita penemuan robot yang beredar. Teknologi robot terbaru yang laman MIT Review mengkategorikanya sebagai breaktrough, adalah Agile Robots.


Agile Robots dikembangkan oleh para peneliti dari MIT di antaranya Seth Teller dan Russ Tedrake yang menghasilkan robot yang mampu berjalan relatif cepat di atas permukaan yang tidak rata, kasar, bahkan tidak familier. Kunci dari penemuan ini adalah penanganan pada cara kerja kaki robot[x]. Loncatan besar teknologi robot ini akan membuka kemungkinan penjelajahan pada medan-medan baru yang ujung-ujungnya akan menyingkap misteri pengetahuan baru tentang banyak wilayah di dunia ini mapun luar angkasa sana. Namun terbukanya kemungkinan robot ini untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari pun menjadi semakin besar. Beberapa perusahaan yang terlibat di dalam pengembangan ini adalah Boston Dynamics, Schaft, dan Honda.

Bagaimana dengan Komunikasi?


Ilmu komunikasi harus bisa mengambil pendekatan komunikasi sosial untuk bisa menelaah model komunikasi manusia di dalam virtual reality. Ini mengingat perkembangan virtual reality nantinya tidak hanya digunakan untuk gaming, tapi juga pada aktivitas bermedia sosial dan berbelanja online. Bidang industri komunikasi seperti media dan periklanan tentu bisa masuk dan mengambil peran di dalam virtual reality. Bentuk-bentuk komukasi akan berkembang di kenyataan mayaini. Tantangannya adalah pada jawaban atas pertanyaan; apakah yang artifisial bisa menggantikan yang bukan artifisial? Ini akan lebih menantang lagi jika ternyata jawabannya iya.


Ada satu film bagus yang juga bagus untuk menggambarkan bagaimana komunikasi manusia dengan artificial intelligent. Seorang lelaki pekerja si sebuah kota memilih untuk hidup sendiri dan menjadi penyediri. Untuk mengisi kekosongan melaui hari-hari di kehidupannya, ia memutuskan membeli jasa 'teman wanita' dari layanan artificial intelligent (AI). Dua individu tersebut, satu manusia dan satunya AI, intens berkomunikasi setiap hari selayaknya pasangan hidup. Muncullah kemudian benih-benih emosi baik di pihak manusia maupun - celakanya - pihak AI. Mungkinkah?


Mengacu kepada teknologi neuromorphic chips yang mengadopsi cara kerja otak manusia yang tengah dikembangkan saat ini, apa yang terjadi di film berjudul 'Her' tersebut menjadi sebuah keniscayaan. Artificial intelligent bisa menjadi menjadi artificial personality. Lalu bagaimana memetakan model komunikasi antara manusia dengan pihak berupa artificial personality? Ke depan ini akan menjadi tantangan bidang komunikasi yang baru.


Selain personality, sosok robot ujud yang menyerupai dan memiliki fleksibilitas seperti tubuh manusia juga terus dikembangkan oleh para ahli. Robot-robot pintar, dengan artificial personalities dan penurut ini tidak lama lagi mungkin benar-benar akan ada, tidak hanya khayalan seperti di film-film Hollywood. Tantangan komunikasi saat ini dan ke depan memang betul-betul lekat dengan bidang teknologi informasi.


Di dalam kehidupan publik, penerapan Internet of Things (IoT) akan sangat membantu bagi tindakan audit komunikasi terhadap organisasi pelayanan publik. Tingkat kepuasan pada pelayanan organisasi bisa langsung diukur pada saat aktivitas tersebut dilakukan. Input-input yang berhasil direkam di dalam komputer, akan menjadi sebuah collective intelligent - sekumpulan data - yang mendekati sempurna untuk menjadi pertimbangan penting di dalam penetapan orientasi sebuah kebijakan publik. Sebagai contoh, jika pemilu maupun pilkada menggunakan teknologi ini - sebut saja smart-pemilu - masihkah kita memerlukan quick count?







[i] Ramadoni, Faisal, 23 Mei 2014, Apa itu Internet of Things? http://teknojurnal.com/definisi-internet-of-things/
[ii] Gartner, 2013, Internet of Things, http://www.gartner.com/it-glossary/internet-of-things/
[iii] Wulandari, Lily, diakses pada 4 Mei 2015, Virtual reality, Universitas Gunadarma, http://lily.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27163/VR.ppt
[iv] Pemmzchannel, 20 Januari 2015, Apa Kata Mark Zuckerberg Tentang “Virtual reality”?, http://www.pemmzchannel.com/2015/01/20/apa-kata-mark-zuckerberg-tentang-virtual-reality/
[v] Ibid
[vi] Parkin, Simon, 2014, Oculus rift, MIT Technology Review, http://www.technologyreview.com/featuredstory/526531/oculus-rift/
[vii] Lambinet, Philip, 31 Januari 2015, The Ongoing Quest For The ‘Brain’ Chip, http://techcrunch.com/2015/01/31/the-ongoing-quest-for-the-brain-chip/
[viii] Hof, Robert D, 2014, Neuromorphic Chips, MIt Technology Review, http://www.technologyreview.com/featuredstory/526506/neuromorphic-chips/
[ix] Monroe, Don, Juni 2014, Neuromorphic Computing Gets Ready for the (Really) Big Time, Communications of the ACM, Vol. 57 No. 6, Pages 13-15, http://m.cacm.acm.org/magazines/2014/6/175183-neuromorphic-computing-gets-ready-for-the-really-big-time/fulltext
[x] Knight, Will, 2014, Agile Robots, MIT Technology Review, http://www.technologyreview.com/featuredstory/526536/agile-robots/

Comments

Popular posts from this blog

STASIUN PAMEKASAN Bekas Stasiun Terakhir (Paling Timur) Jalur Kereta Api Pulau Madura (Setelah Jalur Kalianget-Pamekasan Ditutup Jepang)

Pamekasan merupakan stasiun kereta api terakhir atau stasiun paling ujung timur jalur kereta api di Pulau Madura yang mengarah dari Pelabuhan Kamal, Bangkalan, di ujung barat. Sebelum kedatangan penjajah Jepang, dari Stasiun Pamekasan masih ada jalur lanjutan yang mengarah ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Jalur dari Pelabuhan Kamal Bangkalan ke Pelabuhan Kalianget ini merupakan warisan dari perusahaan Belanda Madura Stoomtram Maatschappij(MSTM). Jepang kemudian mencopoti besi-besi rel kereta jalur Pamekasan-Kalianget untuk keperluan perang. Stasiun Pamekasan yang dibangun sekitar tahun 1898 ditutup 90 tahun kemudian, yakni 1987. Kini di lokasi stasiun yang dulu memiliki emplasemen luas ini dibangun pusat kuliner Kota Pamekasan. Lokasi Bekas Stasiun Pamekasan di Jl. Kamal - Kalianget No.187, Patemon, Kec. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69317, Indonesia Lokasi Bekas Stasiun Pamekasan sekarang jadi pusat kuliner Kota Pamekasan Rel dari arah Sumenep (timur) ...

KERETA API DI PULAU GARAM Kisah dari Kalianget Madura

Mengapa dulu di tahun 1890-an Belanda bela-belain bangun jalur kereta api di Pulau Madura? Tak tanggung-tanggung mulai dari ujung barat (Pelabuhan Kamal) hingga ujung timur (Pelabuhan Kalianget). Panjangnya hampir 200 km. Komoditas garam adalah pemicu utamanya. Kalianget, sebuah kota kecil di Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu tempat penghasil garam terbesar di Indonesia. Di sini masih tersimpan sisa-sisa kejayaan industri garam sejak lebih dari 100 tahun silam. Namun sulit di sini untuk menemukan jejak kereta api, karena sudah dilucuti oleh Jepang mulai tahun 1942. Perkiraan perlintasan kereta api yang memasuki kawasan PT Garam Kantor PT Garam yang tengah direnovasi. Mengembalikan kejayaan? Sisa-sisa kejayaan garam Jalan masuk ke bagian belakang kompleks PT Garam Area belakang PT Garam yang dulu sebelum dilucuti Jepang salah satu bagiannya adalah emplasmen Stasiun Kalianget Area belakang PT Garam yang dulu sebelum dilucuti Jepang salah...

BEKAS JEMBATAN KERETA API DI BELAKANG RSCM

Dulu utk Kereta Barang Kurun waktu 2014-2016 hampr tiap hari saya ke gedung UI Salemba utk mengikuti kuliah S-2 melalui gerbang belakang kampus. Akses tersebut menyusuri jalan inspeksi sepanjang tepian Sungai Ciliwung yang menghubungkan Jalan Raden Saleh dengan Jalan Diponegoro. Nah, di dekat gerbang belakang UI itulah selalu saya lihat sebidang jembatan yang bentuknya kok mirip jembatan kereta api. Ehhh setelah saya mencari-cari referensi, ternyata benar jembatan ini dulunya adalah jembatan kereta api barang jalur cabang menuju stasiun Salemba yg kini sdh tidak dipakai lagi. Seorang bapak tua yang kebetulan melintas dan coba saya tanya mengamini bahwa jembatan tersebut dulunya adalah jembatan kereta api yang mengarah dari Stasiun Manggarai, Stasiun Cikini, Stasiun Salemba (non-aktif) hingga bertemu jalur rel Stasiun Jatinegara-Pasar Senen. Bekas jembatan rel kereta api Sungai Ciliwung di belakang RSCM Jakpus Bekas jembatan rel kereta api Sungai Ciliwung di belakang RSCM J...